Perusahaan Asuransi

Asuransi kecelakaan sejak 1980. Kita juga menawarkan asuransi otomotif, untuk motor dan mobil.

You are here: Home - Premi Asuransi Kecelakaan Diri


Tag Archives: Premi Asuransi Kecelakaan Diri

FAQ Seputar Asuransi Kecelakaan Diri

Pernahkah Anda menghitung berapa banyak kecelakaan yang terjadi setiap harinya? Mungkin pernah jatuh dari tangga, terpeleset di kamar mandi, atau tertabrak kendaraan di jalan raya. Tidak ada yang tahu kapan dan di mana kecelakaan akan terjadi. Bahkan, dampak yang bakal ditimbulkan pun tidak dapat diperkirakan, bisa hanya memicu luka ringan bahkan merenggut nyawa. Oleh karena itu, membeli asuransi kecelakaan diri patut dilakukan untuk dapat mengalihkan biaya pengobatan atau memberikan santunan kepada keluarga yang ditinggalkan.

FAQ

Seberapa sering Anda melakukan perawatan kecantikan? Berapa banyak baju yang dibeli per hari/minggu/bulan? Menyayangi diri bukan hanya sekedar sesering mungkin melakukan perawatan kecantikan & berapa banyaknya baju yang dibeli agar bisa gonta ganti di setiap momen, melainkan juga sedini mungkin untuk membeli asuransi kecelakaan diri. Asuransi kecelakaan diri yang dimiliki dapat diajukan untuk mendapatkan dana sementara ketika cacat total atau santunan untuk keluarga yang ditinggalkan ketika meninggal dunia. Kupas lebih lanjut tentang asuransi kecelakaan diri di bawah!

Apa manfaat utamanya?

Premi yang dibayarkan tiap bulan/tahunan kepada perusahaan asuransi tidak ada yang sia-sia. Ketika terjadi kecelakaan yang menyebabkan luka parah/ringan, perusahaan asuransi bakal mengcover biaya pengobatan dan perawatan medis. Apabila mengalami kecelakaan yang membuat tubuh cacat total, perusahaan asuransi juga bakal memberikan santunan untuk pengcover biaya hidup sementara. Bagaimana dengan kematian karena kecelakaan tertabrak kendaraan bermotor, tenggelam karena kapal karam, tidak sengaja menghirup gas beracun, tindakan penganiayaan, atau lainnya? Pihak asuransi bakal memberikan uang pertanggungan kepada keluarga yang ditinggalkan. Hanya saja, uang pertanggungan tidak dapat dicairkan karena alasan berikut:

  • Kecelakaan terjadi karena unsur kecerobohan atau kesengajaan
  • Kematian terjadi karena penyakit atau bunuh diri

Asuransi Kecelakaan Diri

Berapa premi yang harus dibayar?

Premi yang ditawarkan perusahaan asuransi umumnya berbeda-beda. Hanya saja, rumusnya sama yakni presentase premi dikalikan dengan uang pertanggungan. Besar kecilnya premi yang harus dibayarkan umumnya ditentukan oleh umur & pekerjaan. Semakin mumpuni usia yang dimiliki, premi yang ditawarkan perusahaan akan makin tinggi. Begitu pula jika pekerjaan dengan resiko tinggi seperti insinyur pelaksana di lapangan, buruh pabrik, sopir angkutan umum, dan lainnya akan dikenakan premi yang lebih tinggi dibanding premi asuransi kecelakaan diri untuk sekretaris, akuntan, pengacara, dll. Untuk penyelam, penebang kayu, polisi, petugas pemadam kebakaran, dll biasanya akan dikenakan premi khusus. Untuk itu, jangan bingung kalau masing-masing tetangga memiliki total premi asuransi kecelakaan diri yang berbeda-beda 😀

Bagaimana pengajuan klaimnya?

Agar pengajuan klaim diterima, pastikan pelaporan kejadian masih dalam 3 x 24 jam (rata-rata waktu yang disyaratkan perusahaan asuransi). Tak lupa melengkapi beberapa dokumen berikut berdasarkan tujuan klaim:

Klaim biaya pengobatan

  • Surat keterangan dokter
  • Kwitansi biaya rumah sakit, apotik, dll yang asli
  • Surat keterangan dari kepolisian
  • Dll

Klaim cacat tetap

  • Surat keterangan pemeriksaan (visum) dari dokter
  • Keterangan dari kepolisian
  • Surat keterangan dari para saksi
  • Dll

Klaim meninggal dunia

  • Surat keterangan meninggal dunia dari pejabat setempat
  • Dokumen ahli waris
  • Surat keterangan dokter/rumah sakit
  • Dll

Apa pun tujuan klaim, diwajibkan untuk melengkapi dokumen berikut: formulir pengajuan klaim yang telah diisi sesuai fakta, polis asuransi kecelakaan diri, fotokopi KTP, kronologis kejadian, dan fotokopi SIM yang berlaku. Selain tidak melengkapi beberapa dokumen yang disebutkan di atas, pengajuan klaim asuransi kecelakaan diri bisa ditolak karena penyebab kecelakaan atau kematian yang janggal atau tidak di-cover di polis asuransi kecelakaan diri.